Kamis, 24 Desember 2015

Tik Tik Tik

Tik tik tik.
tetes demi tetes rintik hujan membasahi dahan, lantai, jendela, pagar rumah dibalik kelamnya malam ini,  udara dingin mulai merasuk rongga-rongga baju yang ku kenakan, sedikit menghela nafas aku masih melirik pot-pot bunga yang telah terbanjiri oleh air hujan tanaman yang tertanam didalamnya tampak merasakan kesegaran darinya,  seakan pemandangan dibalik jedela kamar ini adalah gambaran hati yang sedari kemarin medung. Ahh entahlah hingga sampai saat ini aku masih tak mampu untuk sekedar melupakan kepedihan yang menggores luka, yang tak henti memendungkan air dari balik kantung mata ini tiap kali aku mengingatnya. Luka yang aku besit sendiri dalam hati ini. Rasanga masih tak rela, tak terima dengan semua yang baru ku alami. Ingin sekali berontak, ingin tidur dan berharap bukan itu yang aku ingat, ingin ingin dan ingin, berharap semua itu hanyalah mimpi dan tak pernah terjadi. Tapi apa daya itu adalah kenyataan pahit yang meski aku terima. Nyatanya sampai detik ini aku masih belum ikhlas atas ujian yang baru saja hadapi ini. Siapa aku? apa aku berhak marah kepada-Nya? tidak, aku tidak pernah sanggup untuk melakukannya. Aku hanya kecewa,  ya kecewa dengan diriku sendiri. ya,  aku yang salah,  aku yang bersalah.
Cukup cukup jangan kompori aku dengan kekesalan dan kesedihan ini!!! yang mungkin tak ada habisnya. Lihatlah dari sisi yang berbeda, sisi yang seharusnya slalu kau tanamkan dua kata yang mesti kau lakukan dari hatimu, ya belajarlah dari tiap tetes air hujan yang kau lihat. Tentang makna ikhlas dan syukur. Hai kamu belum ikhlas fi! ya ya aku tahu ikhlas itu bagaikan semut hitam di sebuah batu hitam, ia ada tapi sukar sekali dilihat. Lalu apa akan slalu kau penuhi hatimu dengan ketidak ikhlasan yang semakin harinya semakin menyakitkan? apa kau ingin menggerutu dan menangisi slalu hal itu? lets move on honey,  seperti halnya mendung dan hujan yang tergantikan oleh cerahnya mentari, belajarlah darinya dari ciptaan Tuhan semesta Alam. Allah lebih tahu dari apa yang kau tahu yang terbaik untukmu. Siap untuk ikhlas? kalau kamu siap ayo tarik nafas dan kembangkan senyummu selebar mungkin lanjutkan aktivitasmu dan kerahkan segala usahamu untuk terus maju. Lalu sekarang sudahkah kamu bersyukur? yang harius kamu tahu bahwa Allah Maha baik tidak pernah menguji hambanya diluar kemampuannya. Dan ujian yang baru kamu hadapi adalah tanda kasih sayangnya bahwa kamu mampu melaluinya, bahwa inilah yang terbaik, maka bersyukurlah seperti halnya syukurmu karna Allah telah memberikan segala rahmatnya dan kebahagiaan dalam hidupmu di pertemukan dengan orang-orang baik dan sayang padamu juga dipertemukan dengan berbagai masalah dan ujian. Karena Allah tahu kamu mampu melewatinya,  masih ingat dengan salah satu ayat Al qur'an Inna Maal Usri Yusro. Ahh kamu pasti sudah pernah mempelajari tentang makna yang medalam dalam ayat tersebut ketika kamu belajar tafsir bayan. Ah lihatlah hujanpun telah terhenti. Itu artinya hujan hatimu pun harus terhenti. Seketika aku tersenyum mendengar pergulatan batinku. Alhamdulillah Allah masih memberikanku ujian. Kuatkan aku Ya Rabb,  jadikan aku salah satu hambamu yang ikhlas dan bersyukur atas tiap ujian yang kau beri. Tiba-tiba perut ini berbunyi,  aywah aku segera bergegad meninggalkan kamarku,  dan menghampiti ibuku yang sedari tadi berkoar-koar mengajakku untuk segera makan.

inspired from cerminan kasihMu song by; Fibel (Ashfi dan Bella)
#SyukurtiadaHenti
#janganlupabersyukur
#inspiringjourney

Oleh : Huliyyatul Ashfia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar