Minggu, 13 Desember 2015

Rumah

Ia menelungkupkan jari-jemarinya, merapatkan lagi jaket tipis berbahan wol itu, udara dingin kian merasuk diantara sisa-sisa gerimis diluar sana. sesekali ia melirik beberapa penumpang yang tampak kelelahan,  malam ditemani gemercik air hujan ini mereka masih berjibaku dalam perjalanan padahal waktu sudah menunjukkan jam 21.00, seseorang tampak menahan kantuk, pasti ia sangat lelah setelah seharian ini bekerja, dan wajah-wajah lelah itu akan mengembang senyum tatkala sampai pada sebuah tempat tujuan mereka,  tempar ternyaman yang penuh dengan rindu setiap kali akan meninggalkannya meski sekedar pergi ke kampus,  kantor atau sekolah,  tapi tempat itulah yang slalu menjadi tempat perempuan berjaket tipis dan para penumpang itu untuk kembali, tempat yang penuh dengan kasih sayang dan rindu oleh penghuninya meski dalam keadaan gerimis seperti ini beberapa atapnya bocor,  atau cat yang mulai pudar dan mengelupas tetap saja itu adalah tempat yang dirindukan. Perempuan dengan jaket tipis berbahan wol itu menatap layar hapenya salah seorang menelponya, tertulis nama seorang yang tak asing "my mom", ah ummi slalu ummi dan orang rumah yang khawatir jika ia belum jua pulang hingga malam seperti ini. kerinduannya pun makin menjadi-jadi untuk segera sampai ditempat yang penuh kehagatan keluarga. rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar