Kau butuh air untuk hidup, butuh air untuk minum, butuh air untuk mencuci, butuh air untuk masak. Kau butuh air.
Kau mengeluarkan air saat buang air kecil, saat menangis, saat bersin. Kau mengeluarkan air.
Kau menginginkan air saat kemarau, untuk menumbuhi pepohonan. Kau menginginkan air saat gersang, agar debu tak berterbangan. Kau menginginkan air.
Tapi, kau hambat jalannya. Kau tuduh ia penyebab banjir. Kau jadikan air si pendosa pembawa petaka. Apa salah air ketika ia menghanyutkan sandalmu? Ia menjalankan mekanisme luar biasa atas perintah semesta hancurkan semua yang menghambat. Kau menghambat daerah resapannya, kau kotori dengan limbah dan kau jumawa bilang penyebab kerusakan adalah air bukan kau dan ketamakanmu!
Oleh : Dian Nurmala Ws
Tidak ada komentar:
Posting Komentar