Kamis, 10 Desember 2015

Sebuah Makna

Nafasnya terenggah-enggah, peluh kian menghiasi wajahnya yang semakin kusam,  sesekali ia seka diantara ribuan langkah kaki tanpa jeda. Memasuki sebuah tempat berisikan mobil dan bis yang terparkir atau hilir mudik keluar masuk ia tampak kebingungan mencari sesuatu,  sesekali ia melihat benda berwarna hitam yang melingkar di tangan kirinya. Kembali ia telusuri tempat yang amat ramai ini,  bebetapa kondektur menanyainya hendak kemana,  ia hanya geleng kepala. Seketika kakinya melangkah cepat,  Mengejar bis berwarna ungu yang telah melaju dihadapannya, ia lambaikan tangannya, namun bis itu tak jua terhenti, ia percepat larinya dengan penuh kegigihan meski kakinya terseok-seok menahan sakit dan perih. Ini belum seberapa dengan perih hati bertahun-tahun lamanya. Perjuangannya membuahkan hasil,  bis itu terhenti,  tepatnya karna mobil di depan bis itu berhenti. Akhirnya ia bisa menaiki bis yang akan membawanya pada kerinduannya selama ini tentang makna kasih dan sayang yang sudah lama terpendam.......... bersambung

Oleh : Huliyyatul Ashfia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar