Minggu, 13 Desember 2015

Seiring Musim

Ketika kumulus luruh di kotamu

Menjatuhkan lembut ribuan harapan yang tak kan mampu kau hitung

Kuharap itu sampai padamu
Meski kau tengah berteduh

Ketika sirus tegak lurus dengan sungaimu
Angin tak lelah untuk datang
Membuat riak air yang mencipta gemercik sendu

Ketika kau membawa semua detik yang sejenak terhenti

Kau tetap berlari pergi bersama hari

Tahukah kau
Waktu tetap tak menentang takdirnya

Kemarau lalu telah berganti menjadi musim baru

Selamat datang gerimis
Selamat datang petrichor
Biarlah, puisi ini terangkum menjadi semesta doa

Biarlah, musimku tetap seiring dengan musimmu

Oleh : Anisa Hamasah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar