Minggu, 13 Desember 2015

Sajak Rindu

Aku duduk sendiri saja
       di bawah pohon jambu yang gugur bunganya; indah sekali
        -seperti dirimu yang selalu tersenyum dalam doaku.-

Aku duduk sendiri saja
         membayangkan kita adalah sebuah sungai; kau hulu dan aku hilir.
          Lalu jarak yang memisahkan, namun arus rindu selalu menyelamatkan.

Kualah mata air air mata rinduku, melayarkan perahu kertas dari hulu sampai ke hilir sungai itu.

Aku duduk sendiri saja
        membaca pesan perahu kertasmu. Di bawah pohon jambu yang gugur bunganya.

Oleh : DTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar