Kamis, 24 Desember 2015

Tak Mengapa, Dik

Terkadang apa yang membuat kau bahagia, belum tentu menjadi kebahagiaan orang lain
Begitu pun sesuatu yang kau anggap menarik, mungkin tak berarti bagi orang lain
Tak mengapa, Dik
Karena memang itu bukan apa apa
Masih ada aku yang selalu mencoba memandang lewat kacamatamu
Menjadi sedikit berbeda bukan hal yang bisa diterima semua orang sampai saat ini
Tak mengapa, Dik
Kita masih menghirup detik yang bersamaan
Bahkan dengan mereka juga
Hari itu
Mereka begitu menikmati siang yang benderang
Mungkin hanya kita yang menikmati korona penghias tipis akhiran senja
Apakah itu terlihat berbeda?
Tak usah peduli, Dik
Sejatinya mereka dan kita sama sama mengakrabkan mentari
Hari itu
Semua terasa begitu menghimpitmu
Jangan bersedih, Dik
Sesungguhnya kekecewaan, penolakan,  dan apapun yang kau risaukan
Semua orang akan melewatinya
Yang berbeda adalah waktu kedatangannya
Semua yang kau lewati
Semua yang kau temui sepanjang penelusuran ini
Akan jadi pelajaran
Ketahuilah, dunia ini tidaklah dihuni oleh satu warna
Bukan hanya tentang hijaunya taman atau birunya laut
Taman bukan apa apa tanpa warna warni bunga
Laut bukanlah apa apa tanpa warna warni ikan
Sesungguhnya orang yang mampu mengasingkan seseorang, ia hanya mampu melihat permukaannya saja
Ia hanya melihat hijaunya rumput dan birunya laut tanpa mempedulikan bunga dan ikan
Percayalah, Dik
Sekeliling yang pernah tak bersahabat akan menyambutmu di masa mendatang
Kemaslah cemasmu
Kita akan satukan asa yang bertujuan sama
Karena aku masih menjadi titik yang berbasis goresanmu
Dan yang lalu niscaya akan menemukan hal baru
Inspire from Somebody Out There_David Archuletta
Oleh : Anisa Hamasah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar